Bawaslu Kabupaten Banyuwangi Bantah Anggotanya Tidak Netral Dalam Pemilihan 2020.

Bawaslu Kabupaten Banyuwangi Bantah Anggotanya Tidak Netral Dalam Pemilihan 2020. Bawaslu Kabupaten Banyuwangi Bantah Anggotanya Tidak Netral Dalam Pemilihan 2020. Munculnya sejumlah pemberitaan media massa online terkait dugaan ketidaknetralan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Banyuwangi dalam pemilihan serentak tahun 2020  Bawaslu Banyuwangi

Munculnya sejumlah pemberitaan media massa online terkait dugaan ketidaknetralan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Banyuwangi dalam pemilihan serentak tahun 2020 di Kabupaten Banyuwangi, dibantah Ketua Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Hamim. Pemberitaan miring terhadap lembaga pengawas pemilihan tersebut muncul mulai selasa siang (10/11/2020) menyusul viralnya sejumlah potongan video yang berisi kegiatan kampanye salah satu paslon dikecamatan Genteng yang diberhentikan  Panwaslu Kecamatan setempat karena diduga melakukan pelanggaran.

Hamim mengatakan, jika semua anggota Bawaslu Kabupaten Banyuwangi sampai saat ini masih bekerja secara professional dan netral. Sehingga jika ada beberapa pihak yang menyatakan anggota Bawaslu kabupaten Banyuwangi tidak netral alias partisan, maka itu tuduhan yang tak beralasan. “ada beberapa pemberitaan media online yang mengopinikan salah satu anggota Bawaslu Banyuwangi tidak netral saat ini, itu merupakan tuduhan serius yang tak beralasan. Apalagi yang dijadikan bukti adalah percakapan internal di group whatsapp antara sahabat media di Banyuwangi dengan Bawaslu Banyuwangi dan berisi salah satu kegiatan pengawasan yang sedang dilakukan Jajaran kami dilapangan,” Jelasnya.

Hamim menambahkan, munculnya tudingan tersebut karena kesalah pahaman belaka. “selama ini group WA Media Bawaslu tersebut dibuat sharing informasi terkait seluruh kegiatan Bawaslu Banyuwangi serta update situasi pemilihan serentak di Banyuwangi. Bagaimana mungkin, niat baik anggota Bawaslu Banyuwangi membagikan informasi awal kepada sahabat – sahabat wartawan di group WA yang selama ini sudah biasa dilakukan malah dinyatakan tidak netral, jangan – jangan nanti setiap Bawaslu Banyuwangi  memberikan informasi atau bahan berita selalu diopinikan seperti itu. Bukankah selama ini saling sharing informasi merupakan sesuatu yang lazim, misal jika terdapat kejadian lalu kita sharing agar digali lebih mendalam bagi teman – teman jurnalis yang tertarik dengan kejadian atau issu tersebut kan sudah biasa dan tidak pernah dituduh partisan?,” tambah Hamim.

Bawaslu Kabupaten Banyuwangi tentu sangat menyayangkan pemberitaan seperti diatas terjadi. Apalagi selama ini, hubungan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi dengan media massa berjalan harmonis. komunikasi didalam group Media Bawaslu tersebut penuh  keakraban dan kekerabatan. Hamim meminta, kejadian seperti ini tidak lagi terjadi terlebih hari H pemungutan suara semakin dekat. “konfirmasi kami jika ada persoalan yang butuh dikonfirmasi, bukankan sebuah berita harus cover both side agar tidak menjadi opini dan menyesatkan. Kami memahami pelaksanaan pemilihan serentak berdampak diberbagai bidang dan apa yang sedang terjadi  hari ini merupakan tantangan bagi proses pengawasan yang dilakukan Bawaslu Banyuwangi, maka mari sama sama bekerja secara professional dan netral, karena pesta demokrasi lima tahunan ini adalah milik dan tanggung jawab kita,” Pungkas Hamim. ( Humas).