Bawaslu Banyuwangi Dorong Demokrasi Inklusif, Penyandang Disabilitas Punya Hak yang Sama
|
Banyuwangi - Demokrasi bukan milik sebagian kelompok. Setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, termasuk penyandang disabilitas.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar Bawaslu Kabupaten Banyuwangi di SLB Negeri Banyuwangi, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Banyuwangi memperluas pendidikan demokrasi kepada seluruh lapisan masyarakat, sekaligus membangun pemahaman bahwa keterlibatan dalam demokrasi tidak dibatasi oleh kondisi fisik maupun latar belakang seseorang.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (Datin) Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Untung Apriliyanto, menyampaikan bahwa demokrasi harus memberikan ruang yang setara bagi seluruh warga negara.
“Demokrasi memberikan hak yang sama kepada setiap warga negara untuk berpartisipasi. Karena itu, penyandang disabilitas juga memiliki hak untuk mendapatkan informasi, menyampaikan aspirasi, serta terlibat dalam proses demokrasi,” ujar Untung dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pendidikan demokrasi perlu diberikan secara inklusif agar setiap warga memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat.
“Jangan sampai ada warga negara yang merasa tidak memiliki ruang dalam demokrasi. Justru melalui kegiatan seperti ini kita ingin memastikan bahwa demokrasi dapat dipahami dan dirasakan oleh semua,” tambahnya.
Konsolidasi Demokrasi di SLB Negeri Banyuwangi juga menjadi momentum untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi kepada peserta didik. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, untuk berpartisipasi secara aktif dan sadar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Bawaslu Banyuwangi menegaskan, demokrasi yang kuat tidak hanya diukur dari pelaksanaan pemilu, tetapi juga dari sejauh mana seluruh warga negara mendapatkan kesempatan yang setara untuk menggunakan hak-haknya.
Melalui pendidikan dan konsolidasi demokrasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Bawaslu Banyuwangi mendorong tumbuhnya budaya demokrasi yang partisipatif, inklusif, dan menghargai keberagaman.
Demokrasi untuk semua bukan sekadar slogan, tetapi komitmen untuk memastikan setiap warga negara memiliki ruang yang sama untuk berpartisipasi.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi