Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banyuwangi Dorong Disiplin Jam Kerja dan Penguatan Sosialisasi Demokrasi

#

Kantor Bawaslu Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi - Senin (03/11/2025), Dalam apel pagi yang digelar di kantor Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, anggota Bawaslu Banyuwangi Joyo Adi Kusumo menekankan pentingnya kedisiplinan jam kerja bagi seluruh pegawai serta penguatan peran lembaga dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Joyo menyampaikan bahwa meskipun apel pagi dimulai lebih awal dari jadwal biasanya, hal tersebut tidak mengurangi makna kedisiplinan dan semangat kebersamaan.

“Yang penting bukan soal jamnya, tapi bagaimana kita bisa tetap melaksanakan rutinitas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa status pegawai Bawaslu kini telah meningkat dari PPNPN menjadi PPPK, yang secara ketentuan mengikuti regulasi jam kerja sebagaimana diatur dalam peraturan Bawaslu.

“Jam kerja pegawai Bawaslu dimulai pukul 08.00 pagi dan berakhir pukul 16.30 sore. Ketentuan ini berlaku sebagaimana instansi pemerintah lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, Bawaslu Banyuwangi masih memberikan fleksibilitas dengan pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) satu hari dalam seminggu.

“Kita masih diberi kelonggaran oleh instansi pusat untuk bekerja dari rumah. Tapi tetap harus ada laporan hasil pekerjaan. Jangan sampai WFA tidak diikuti dengan tanggung jawab,” tegas Joyo.

Selain menyoroti kedisiplinan kerja, Joyo juga memperkenalkan rencana kegiatan “Mengajar di Sekolah”, sebuah program pendidikan demokrasi bagi pelajar SMA sederajat.

“Kita ini lembaga yang bertugas menjaga demokrasi. Karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pendidikan demokrasi sejak dini, terutama bagi siswa kelas 3 yang sudah hampir berusia 18 tahun,” paparnya.

Dalam kegiatan tersebut, pimpinan maupun staf Bawaslu akan berperan sebagai narasumber di sekolah-sekolah.

“Teman-teman yang memiliki latar belakang pendidikan guru, seperti lulusan pendidikan sejarah, bisa sangat berperan dalam program ini,” tambahnya.

Selain itu, Bawaslu Banyuwangi juga akan melaksanakan kegiatan sosial bertema “Jumat Bersih, Jumat Sehat, dan Jumat Tausiyah”. Ketiga kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

“Bersih-bersih tidak hanya di dalam kantor, tapi juga di area sekitar, bahkan bisa di tempat wisata atau fasilitas umum. Kegiatan ini punya nilai sosial dan membangun citra positif lembaga,” jelasnya.

Menutup arahannya, Joyo Adi Kusumo menegaskan bahwa kedisiplinan dan kepedulian sosial merupakan cerminan tanggung jawab Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang diawasi langsung oleh masyarakat.

“Kalau kita ingin dihormati sebagai lembaga negara, maka kita juga harus menunjukkan kinerja dan kedisiplinan yang baik,” pungkasnya.

 

 

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi