Lompat ke isi utama

Berita

Dari Bangku Sekolah, Bawaslu Banyuwangi Siapkan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029

#

Bawaslu Banyuwangi memperkuat pendidikan demokrasi bagi pelajar SMAN 1 Muncar melalui Sosialisasi Konsolidasi Demokrasi. Pemilih pemula diajak memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab.

Banyuwangi - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Konsolidasi Demokrasi yang digelar di SMAN 1 Muncar, Banyuwangi, Senin (5/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat prinsip-prinsip demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menentukan arah kehidupan demokrasi di masa mendatang.

Pimpinan dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi hadir dalam kegiatan tersebut. Para siswa mendapatkan pemahaman bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu, tetapi juga menyangkut partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak dan menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (Pencegahan, Parmas dan Humas) Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Khomisa Kurnia Indra, menegaskan bahwa menggunakan hak pilih merupakan salah satu bentuk nyata peran masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Menurutnya, generasi muda, khususnya pemilih pemula, memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas demokrasi. Karena itu, pemilih pemula perlu dibekali pemahaman yang cukup agar tidak sekadar datang ke tempat pemungutan suara, tetapi mampu menentukan pilihan secara sadar dan bertanggung jawab.

“Menggunakan hak pilih merupakan salah satu bentuk peran masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, pemilih pemula perlu memahami bahwa setiap pilihan memiliki arti dan turut menentukan masa depan demokrasi,” ujar Khomisa.

Ia mendorong para pelajar untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama menjelang momentum pemilu. Sikap kritis dan kemampuan memilah informasi dinilai menjadi bagian penting dari karakter pemilih cerdas.

Pendidikan demokrasi sejak bangku sekolah, lanjutnya, diharapkan dapat membangun kesadaran generasi muda bahwa demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Banyuwangi berharap para pelajar SMAN 1 Muncar dapat menjadi bagian dari generasi yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara sekaligus mampu berkontribusi dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas.

Dari sekolah, kesadaran demokrasi dibangun. Dari pemilih pemula, masa depan demokrasi Indonesia dipertaruhkan.

 

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi