Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banyuwangi Ajak Pelajar Jadi Pemilih Cerdas dan Pengawas Partisipatif Sejak Dini

#

Untung Apriliyanto anggota Bawaslu Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi – Bawaslu Kabupaten Banyuwangi terus mengajak generasi muda untuk mengenal demokrasi sejak dini. Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar di SMP Muhammadiyah 3 Banyuwangi, Kamis (30/7/2026), para pelajar diberikan pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak pilih secara bijak sekaligus berperan dalam mengawal jalannya pemilu.

Kegiatan yang dihadiri pimpinan beserta jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu mempersiapkan calon pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Tahun 2029.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Untung Apriliyanto, mengatakan bahwa para pelajar saat ini merupakan generasi yang akan menentukan masa depan bangsa melalui suara mereka di pemilu.

"Indonesia adalah negara demokrasi. Artinya, rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpinnya. Karena itu, setiap suara sangat berharga dan harus digunakan dengan penuh tanggung jawab," kata Untung.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pemilih muda pada Pemilu 2029 diperkirakan akan semakin besar. Kondisi tersebut membuat generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia.

Menurut Untung, menjadi pemilih yang baik tidak cukup hanya datang ke tempat pemungutan suara. Pemilih juga perlu mencari informasi yang benar, memahami rekam jejak calon, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar atau hanya mengikuti tren di media sosial.

Selain itu, Untung mengenalkan peran lembaga penyelenggara pemilu kepada para siswa. Ia menjelaskan bahwa KPU bertugas menyelenggarakan pemilu, Bawaslu mengawasi seluruh tahapan pemilu, sedangkan DKPP menangani pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.

Dalam kesempatan tersebut, Untung juga mengajak para pelajar untuk ikut menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemilu dengan melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran kepada Bawaslu.

"Pemilu yang jujur dan adil tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu dan KPU. Masyarakat juga memiliki peran untuk ikut mengawasi agar setiap tahapan pemilu berjalan sesuai aturan," ujarnya.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi berharap para pelajar tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap demokrasi, menggunakan hak pilih secara cerdas, serta berani ikut mengawal jalannya pemilu. Dengan begitu, diharapkan Pemilu Tahun 2029 dapat berlangsung lebih berkualitas, berintegritas, dan mendapat kepercayaan masyarakat.

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi