Bawaslu Banyuwangi Bekali Pelajar SMAN 1 Purwoharjo Jadi Pemilih Cerdas Penentu Masa Depan Bangsa
|
Banyuwangi - Bawaslu Kabupaten Banyuwangi menggelar Sosialisasi Konsolidasi Demokrasi di SMAN 1 Purwoharjo pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang diikuti para pelajar tersebut dihadiri pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan demokrasi sejak dini.
Mengusung tema “Pemilih Muda sebagai Penentu Masa Depan”, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya partisipasi politik yang cerdas dan bertanggung jawab bagi generasi muda yang kelak menjadi pemilih pada Pemilu 2029.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Luqman Wahyudi. Dalam paparannya, Luqman menjelaskan bahwa Pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota.
Menurutnya, setiap suara masyarakat memiliki arti penting dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.“Para siswa yang saat ini berusia sekitar 15 hingga 16 tahun nantinya telah memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pemilu 2029. Sejak sekarang, mereka perlu dibekali pemahaman demokrasi agar mampu menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Luqman menegaskan bahwa pemilih pemula tidak boleh hanya menjadi sasaran kepentingan politik. Generasi muda harus mampu menjadi aktor demokrasi yang menentukan masa depan bangsa melalui pilihan yang rasional dan berbasis informasi yang akurat.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh popularitas calon maupun praktik politik uang. Pemilih, kata dia, harus menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, program kerja, rekam jejak, integritas, serta komitmen calon dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.“Jangan sampai masa depan bangsa dipertaruhkan hanya karena kepentingan sesaat. Nilai yang diterima mungkin hanya dirasakan sementara, tetapi dampak dari pilihan yang keliru dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Banyuwangi mendorong para pelajar SMAN 1 Purwoharjo untuk memahami demokrasi sejak dini. Pendidikan politik di lingkungan sekolah dinilai penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih pada Pemilu 2029, tetapi juga menjadi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Dengan bekal pengetahuan tersebut, pemilih muda diharapkan mampu menggunakan hak politiknya secara mandiri serta turut menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi