Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banyuwangi Ikuti Peer Learning Vol. 5 Bertema “Pengolahan Data”

ayoawasi

by zoom meeting

Banyuwangi, Senin (29/9/2025) — Bawaslu Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan Peer Learning: Penguatan Kelembagaan Vol. 5 dengan tema “Pengolahan Data” yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 38 Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kegiatan menghadirkan Mohammad Wahyudi, Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, dan Rusmifahrizal Rustam, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Amryzal Perdana, staf Bawaslu Provinsi Jawa Timur, selaku moderator.

Dalam paparannya, Mohammad Wahyudi berbagi pengalaman Bawaslu Kabupaten Malang dalam mengelola dan menganalisis data hasil pengawasan yang berjumlah sekitar 59 ribu data (SIAT). Proses pengolahan data dilakukan dengan melibatkan akademisi dari Institut Teknologi Nasional (ITN) dan Universitas Brawijaya (UB) guna memperkuat metode analisis serta validitas data.“Dari hasil pengolahan, kami menemukan 586 potensi pelanggaran dari total 59 ribu data. Proses ini memakan waktu lebih dari satu bulan dan melibatkan seluruh tim di kabupaten,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan bahwa analisis dilakukan dengan menggunakan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) sebagai indikator utama karena merupakan standar resmi Bawaslu RI.“Rumah data itu harta karun lembaga. Tantangannya adalah bagaimana mengekstraksi data menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Rusmifahrizal Rustam menegaskan bahwa pengolahan data merupakan bagian penting dalam memperkuat kelembagaan Bawaslu.“Data adalah dapur lembaga. Hidupnya lembaga itu dari data. Kalau datanya kuat dan dikelola dengan baik, lembaga akan berpengaruh besar,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pimpinan dalam memahami data, bukan hanya staf di Divisi Data dan Informasi.“Jangan sampai data hanya diketahui staf. Pimpinan juga harus tahu dan memahami isi data yang dimiliki lembaganya,” tambahnya.

Menutup kegiatan, Rusmifahrizal menekankan kembali pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan data di seluruh tingkatan Bawaslu.“Data bukan hanya laporan, tetapi sumber ilmu dan dasar pengambilan keputusan. Jika kita mampu mengelola data dengan baik, maka kita bisa memperkuat lembaga dan meningkatkan kualitas pengawasan pemilu di masa depan,” pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi