Bawaslu Banyuwangi Siapkan Pemilih Pemula Berkualitas, Ajak Siswa SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi Tolak Politik Uang
|
Banyuwangi - Menyongsong Pemilu Tahun 2029, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda. Melalui kegiatan Sosialisasi Konsolidasi Demokrasi yang digelar di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Jumat (31/7/2026), Bawaslu mengajak para pelajar mempersiapkan diri menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
Kegiatan yang dihadiri pimpinan serta jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran politik sejak dini. Para siswa yang saat ini masih duduk di bangku sekolah diproyeksikan akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029 dan memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Luqman Wahyudi, mengatakan bahwa Pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota. Karena itu, setiap suara masyarakat memiliki arti penting dalam menentukan masa depan daerah maupun negara.
Menurut Luqman, komposisi pemilih pada Pemilu Tahun 2029 diperkirakan akan didominasi oleh generasi muda. Bahkan, kelompok pemilih pemula diproyeksikan mencapai lebih dari 50 persen dari total daftar pemilih sehingga akan menjadi penentu arah demokrasi Indonesia.
"Para siswa yang saat ini berusia sekitar 15 hingga 16 tahun nantinya telah memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pemilu Tahun 2029. Sejak sekarang mereka perlu dibekali pemahaman demokrasi agar mampu menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemilih pemula tidak boleh hanya menjadi sasaran kepentingan politik. Sebaliknya, generasi muda harus tampil sebagai aktor demokrasi yang mampu menentukan masa depan bangsa melalui pilihan yang rasional dan berdasarkan informasi yang benar.
Luqman juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh popularitas calon maupun praktik politik uang. Menurutnya, masyarakat harus memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, program kerja, rekam jejak, integritas, serta komitmen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Jangan sampai masa depan bangsa dipertaruhkan hanya karena kepentingan sesaat. Nilai pemberian yang diterima mungkin hanya dirasakan sesaat, tetapi dampak dari pilihan yang salah dapat dirasakan selama bertahun-tahun," tegasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi berharap lahir generasi pemilih yang memiliki kesadaran demokrasi, berani menolak politik uang, serta aktif berpartisipasi dalam mewujudkan Pemilu Tahun 2029 yang jujur, adil, dan berintegritas. Pendidikan politik kepada pelajar dinilai menjadi investasi penting untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia di masa depan.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwang