Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banyuwangi Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Pemilih Pemula di SMK PGRI Banyuwangi

#

Khomisa Kurnia Indra anggota Bawaslu banyuwangi di SMK PGRI 1 Banyuwangi

Banyuwangi, 21 Juli 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan demokrasi kepada generasi muda melalui kegiatan sosialisasi di SMK PGRI 1 Banyuwangi, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu mempersiapkan calon pemilih pemula agar memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan sejak dini.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Khomisa Kurnia Indra, menyampaikan bahwa para siswa SMK PGRI 1 Banyuwangi merupakan bagian dari generasi yang akan memiliki hak pilih pada Pemilu Tahun 2029. Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi dan penyelenggaraan pemilu perlu dibangun sejak sekarang.

"Adik-adik sekalian adalah calon pemilih pemula yang nantinya akan menentukan arah demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana proses demokrasi berjalan dan mengapa setiap suara memiliki arti yang sangat penting," ungkap Indra.

Dalam pemaparannya, Indra menjelaskan bahwa penyelenggara pemilu di Indonesia terdiri dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertugas melaksanakan seluruh tahapan pemilu, serta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang memiliki tugas mengawasi seluruh proses penyelenggaraan pemilu agar berlangsung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, jujur, adil, dan berintegritas.

Agar lebih mudah dipahami, Indra mengaitkan konsep demokrasi dengan aktivitas yang dekat dengan kehidupan para pelajar. Menurutnya, pemilihan ketua kelas maupun ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan contoh nyata praktik demokrasi di lingkungan sekolah.

"Melalui pemilihan ketua kelas maupun ketua OSIS, kalian telah belajar menggunakan hak pilih, menghargai perbedaan pilihan, menerima hasil pemilihan, serta memahami pentingnya proses yang jujur dan adil. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi demokrasi," jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang aktif mengikuti materi dan berdiskusi mengenai peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

Menutup penyampaiannya, Indra mengajak seluruh siswa untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab pada Pemilu 2029. Ia juga mengingatkan pentingnya menyaring informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang menyesatkan.

Selain itu, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi berharap lahir semakin banyak Pengawas Partisipatif dari kalangan generasi muda. Kehadiran generasi muda yang peduli terhadap proses demokrasi diharapkan mampu menjadi mitra Bawaslu dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas, sehingga kualitas demokrasi di Kabupaten Banyuwangi maupun Indonesia dapat terus terjaga.

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi