Bawaslu Jatim Gelar Cangkrukan Demokrasi Seri ke-15: Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik
|
Banyuwangi - Senin (03/11/2025), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan Cangkrukan Demokrasi Seri ke-15 dengan tema “Memperkuat Kolaborasi dengan Mitra Strategis untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik terhadap Bawaslu.”
Kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring dari Banyuwangi ini diikuti oleh jajaran Bawaslu dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Forum tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan peran Hubungan Masyarakat (Humas) dan Data Informasi (Datin) dalam membangun sinergi lintas sektor guna memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
Hadirkan Narasumber dan Pengarah dari Berbagai kabupaten / kota
Cangkrukan Demokrasi kali ini menghadirkan sejumlah narasumber dan pengarah, di antaranya:
A. Warits — Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur
Dwi Endah Prasetyowati — Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur
Abdullah Saidi — Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Pamekasan
Tola’ Ediya — Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Probolinggo
Ahmad Taufur Arif — Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Pasuruan
Sulung Muna Rimbawan — Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Trenggalek
Kegiatan ini dipandu oleh Vika Prita Amelia, staf Bawaslu Kabupaten Pamekasan, yang bertugas sebagai moderator.
Dalam sambutan pembukaannya, Dwi Endah Prasetyowati, selaku Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Jatim, menekankan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dengan berbagai mitra strategis untuk memperkuat peran pengawasan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
“Bawaslu memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi jalannya pemilu dan pilkada, namun kita juga menyadari adanya keterbatasan sumber daya manusia. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pengawasan dan memperkuat transparansi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dwi Endah menyampaikan bahwa kolaborasi tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat serta meningkatkan kesadaran politik publik.
“Melalui kerja sama dengan tokoh masyarakat, organisasi sipil, akademisi, media, dan pemerintah daerah, kita dapat mewujudkan pengawasan pemilu yang lebih partisipatif, jujur, adil, dan berintegritas,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas pihak dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu (hoaks) dan meningkatnya apatisme masyarakat terhadap proses demokrasi. Menurutnya, dengan komunikasi publik yang kuat dan kolaboratif, Bawaslu dapat terus menyampaikan informasi yang benar, edukatif, serta membangun kepercayaan masyarakat.
Kegiatan Cangkrukan Demokrasi Seri ke-15 ini juga menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi jajaran Humas dan Datin Bawaslu se-Jawa Timur. Melalui diskusi ini, diharapkan muncul berbagai gagasan dan langkah strategis dalam memperkuat peran komunikasi publik lembaga, khususnya menjelang pelaksanaan pemilu dan pilkada mendatang.
Menutup kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bawaslu Jatim dalam menyelenggarakan Cangkrukan Demokrasi secara berkelanjutan. Sejak pertama kali digelar, forum ini menjadi wadah inspiratif bagi penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kompetensi SDM, serta sinergi antarunit kerja di lingkungan Bawaslu se-Jawa Timur.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi