Cetak Pemilih Cerdas Sejak Dini, Bawaslu Banyuwangi Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Siswa SMKS Pelayaran Pradana Giri
|
Banyuwangi – Membangun budaya demokrasi tidak cukup dilakukan saat tahapan pemilu dimulai, tetapi harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi di SMKS Pelayaran Pradana Giri Banyuwangi, Selasa (28/7/2026), sebagai upaya menyiapkan calon pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas menuju Pemilu Tahun 2029.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk memahami arti penting demokrasi, hak konstitusional sebagai warga negara, serta peran masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Anggota Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Untung Apriliyanto, menjelaskan bahwa para siswa SMKS Pelayaran Pradana Giri merupakan bagian dari calon pemilih pemula yang pada Pemilu Tahun 2029 telah memiliki hak untuk menentukan pilihan. Oleh karena itu, pendidikan demokrasi perlu diberikan sejak sekarang agar mereka memiliki bekal pengetahuan sebelum menggunakan hak pilihnya.
"Pemilih pemula bukan hanya akan menentukan pemimpin, tetapi juga menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, sejak dini harus memahami bagaimana demokrasi bekerja dan mengapa setiap suara memiliki arti penting," ujar Untung.
Dalam pemaparannya, Untung mengenalkan peran penyelenggara pemilu di Indonesia, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pelaksana teknis pemilu dan Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu agar berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Agar materi lebih mudah dipahami, Untung mengajak para siswa melihat praktik demokrasi yang paling dekat dengan kehidupan mereka, seperti pemilihan Ketua Kelas maupun Ketua OSIS. Menurutnya, proses tersebut merupakan sarana belajar berdemokrasi, mulai dari menghargai perbedaan pilihan, menggunakan hak suara secara bertanggung jawab, hingga memahami pentingnya penyelenggaraan pemilihan yang jujur dan adil.
Suasana penyampaian materi semakin interaktif ketika Untung mengajak para siswa membayangkan cita-cita mereka di masa depan, mulai dari menjadi Presiden, Gubernur, Bupati, anggota DPR, hingga pengusaha sukses.
"Mari mulai berpikir tentang keterkaitan antara pemilu dengan dunia usaha. Meskipun pengusaha tidak dipilih melalui pemilu, iklim usaha, pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi, hingga stabilitas ekonomi sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang lahir dari proses demokrasi," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi yang menempatkan kedaulatan di tangan rakyat. Setiap suara yang diberikan masyarakat akan menentukan lahirnya pemimpin yang nantinya mengambil berbagai kebijakan strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Mustahil menghasilkan pemimpin yang baik apabila proses pemilihannya tidak dilakukan dengan cara yang baik. Karena itu seluruh tahapan pemilu harus berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas," tegas Untung.
Pada akhir kegiatan, Untung mengajak seluruh siswa untuk mempersiapkan diri menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pemilu Tahun 2029. Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan serta berani menjadi bagian dari pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing.
Melalui program Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi terus memperluas pendidikan demokrasi kepada berbagai kalangan sebagai bentuk penguatan partisipasi masyarakat di luar tahapan pemilu. Diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami nilai-nilai demokrasi, memiliki kesadaran politik yang sehat, serta berkontribusi dalam mewujudkan Pemilu Tahun 2029 yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : Hasbi
Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi