Lompat ke isi utama

Berita

Generasi Muda Banyuwangi Diajak Bermimpi Besar dan Jadi Penjaga Demokrasi

#

Luqman Wahyudi - Anggota Bawaslu Banyuwangi

Banyuwangi - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi di sejumlah sekolah di Banyuwangi, Selasa (13/05/2026). Kegiatan yang digelar di SMK Minhajut Thullab tersebut dihadiri pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Banyuwangi sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran politik sejak dini bagi para pelajar.

Melalui kegiatan ini, para siswa diajak menjadi pemilih pemula yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan bangsa. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme saat para pelajar berdialog langsung dengan jajaran Bawaslu Banyuwangi mengenai demokrasi, kepemimpinan, hingga tantangan informasi di era digital.

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Banyuwangi, Luqman Wahyudi, menyampaikan motivasi kepada para siswa agar berani memiliki cita-cita besar dan tidak takut bermimpi menjadi pemimpin di masa depan.

“Saya tadi melihat semangat kalian luar biasa. Tapi ketika ditanya siapa yang ingin jadi bupati, gubernur, atau pemimpin, masih banyak yang ragu. Padahal, bermimpilah setinggi-tingginya. Jangan takut jatuh. Kalau mimpinya rendah, jatuh pun langsung menyentuh tanah. Tapi kalau mimpinya tinggi, setidaknya saat jatuh kita masih punya kesempatan untuk bangkit,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh asal daerah maupun keterbatasan fasilitas. Menurutnya, banyak tokoh sukses yang lahir dari daerah pelosok namun mampu menjadi pemimpin karena memiliki mimpi besar dan semangat perjuangan yang kuat.

Selain memotivasi pelajar untuk berani bercita-cita tinggi, Luqman juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi media sosial, khususnya menjelang pemilu.

“Kalian adalah generasi yang hidup di era media sosial. Jangan mudah percaya pada semua informasi yang beredar. Menjelang pemilu, hoaks, fitnah, dan isu palsu akan semakin banyak. Karena itu, jadilah generasi yang cerdas dalam memilih informasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diajak memahami bahwa pemilu bukan sekadar memilih figur populer, melainkan memilih pemimpin dengan gagasan dan program terbaik untuk masa depan bangsa. Ia berharap generasi muda mampu menjadi pemilih yang cerdas, menolak politik uang, serta aktif mengawasi jalannya demokrasi.

“Harapan demokrasi ke depan ada di tangan Gen Z. Karena itu, jadilah generasi yang kritis, peduli, dan berani menjaga demokrasi Indonesia,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Banyuwangi berharap kesadaran demokrasi di kalangan pelajar terus tumbuh sehingga lahir generasi muda yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi