Golput Bukan Pilihan! Bawaslu Banyuwangi Dorong Pelajar Jadi Penentu Masa Depan Demokrasi
|
Banyuwangi – Bawaslu Kabupaten Banyuwangi terus mendorong generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi di SMAN 1 Glagah, yang diikuti oleh pimpinan dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para pelajar, khususnya pemilih pemula, agar memahami bahwa demokrasi bukan sekadar datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga tentang bagaimana menentukan pilihan secara cerdas dan bertanggung jawab.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Luqman Wahyudi, menegaskan bahwa menggunakan hak pilih merupakan salah satu bentuk peran masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
“Tidak golput adalah salah satu peran kita. Kita memilih berdasarkan visi dan misi, bukan berdasarkan apa yang diberikan,” tegas Luqman.
Menurutnya, pemilih harus mampu melihat rekam jejak, gagasan, serta visi dan misi peserta pemilu sebelum menentukan pilihan. Sikap kritis tersebut penting agar suara yang diberikan benar-benar menjadi bagian dari upaya menentukan arah masa depan bangsa.
Melalui Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Banyuwangi berharap para pelajar tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak suara, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan mampu menolak segala bentuk politik transaksional.
Demokrasi yang berkualitas tidak lahir dari pilihan yang sekadar ikut-ikutan. Suara harus diberikan karena keyakinan terhadap gagasan dan visi masa depan, bukan karena pemberian sesaat.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi