Lompat ke isi utama

Berita

Jangan Ikut Arus! Bawaslu Banyuwangi Ingatkan Pelajar Jadi Pemilih Kritis

#

Bawaslu Kabupaten Banyuwangi menggelar Konsolidasi Demokrasi di SMA PGRI Purwoharjo, Rabu (2/9/2026). Melalui kegiatan tersebut, para pelajar dibekali pemahaman tentang pentingnya menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan tidak mudah ikut-ikutan dalam menentukan pilihan

Jangan Jadi Pemilih Ikut-Ikutan!

Banyuwangi - Masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh mereka yang hari ini duduk di kursi kekuasaan. Generasi muda juga memegang peran penting dalam menentukan arah bangsa.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar Bawaslu Kabupaten Banyuwangi di SMA PGRI Purwoharjo, Rabu (2/9/2026).

Di hadapan para pelajar, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Banyuwangi Untung Apriliyanto mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Menurut Untung, pemilih pemula tidak boleh sekadar menggunakan hak pilih karena ikut-ikutan teman, tren media sosial, maupun pengaruh lingkungan.

“Jangan menjadi pemilih yang hanya ikut arus. Gunakan hak pilih dengan pertimbangan yang matang dan berdasarkan informasi yang benar,” pesannya.

Untung menjelaskan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Dalam beberapa tahun ke depan, para pelajar yang saat ini masih berada di bangku sekolah akan menjadi bagian dari kelompok pemilih yang menentukan arah kepemimpinan.

Karena itu, pemahaman tentang demokrasi perlu ditanamkan sejak dini.

Bukan hanya soal datang ke tempat pemungutan suara dan mencoblos, tetapi juga bagaimana memahami pentingnya sebuah pilihan.

“Pemilih harus mengetahui siapa yang dipilih, apa gagasannya, bagaimana rekam jejaknya, dan apa yang akan diperjuangkan. Jangan sampai hak suara digunakan tanpa pertimbangan,” ujarnya.

Tantangan generasi muda saat ini, lanjut Untung, semakin besar di tengah derasnya arus informasi digital. Media sosial membuat informasi politik dapat menyebar dalam hitungan detik.

Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, pelajar diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Saring sebelum sharing. Teliti sebelum menentukan pilihan.

Kegiatan Konsolidasi Demokrasi tersebut menjadi salah satu upaya Bawaslu Banyuwangi untuk memperkuat kesadaran demokrasi, khususnya di kalangan pemilih pemula.

Para pelajar juga diajak memahami bahwa demokrasi bukan sekadar urusan pemerintah, partai politik, maupun penyelenggara pemilu.

Demokrasi adalah ruang bersama yang membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Generasi muda jangan apatis. Kalian memiliki suara dan suara itu akan menentukan masa depan,” tegas Untung.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Banyuwangi berharap para pelajar SMA PGRI Purwoharjo dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga memiliki kesadaran untuk terlibat secara positif dalam kehidupan demokrasi.

Sebab, satu suara memang terlihat sederhana.

Namun ketika jutaan pemilih muda menggunakan hak pilihnya secara cerdas, suara-suara itulah yang dapat menentukan arah masa depan bangsa.

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi