Jangan Jual Masa Depan Demi Uang Sesaat
|
Banyuwangi - Jangan sampai pilihan lima tahun ditukar dengan uang yang habis dalam sehari. Pesan tegas itu disampaikan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi kepada siswa-siswi SMAN 1 Banyuwangi dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi, Selasa (15/9/2026).
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (Datin) Bawaslu Kabupaten Banyuwangi Untung Apriliyanto menjadi narasumber dalam kegiatan yang diikuti dewan guru dan siswa-siswi tersebut.
Di hadapan para pelajar, Untung menekankan pentingnya menjadi pemilih cerdas. Terlebih, sebagian siswa saat ini berusia sekitar 15–16 tahun dan diproyeksikan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Menurut Untung, pemilu bukan sekadar mencoblos. Pilihan yang diberikan masyarakat akan menentukan sosok yang memimpin serta kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Pemilu tidak sekadar kegiatan mencoblos, tetapi salah satu pintu gerbang bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Jangan tergiur politik uang politik uang menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Untung mengajak pelajar memahami bahwa pemberian uang sesaat tidak sebanding dengan dampak dari pilihan politik yang berlangsung selama masa jabatan pemimpin.
Ia pun memberikan simulasi sederhana kepada peserta. Uang yang diterima pemilih mungkin terasa besar pada saat itu. Namun, jika dibandingkan dengan masa jabatan pemimpin selama lima tahun, nilainya sangat kecil.
Karena itu, pemilih diminta tidak menentukan pilihan hanya karena pemberian materi.
Kualitas, kapasitas, integritas, dan program calon harus menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Pemilih pemula jangan gampang percaya tantangan lain datang dari dunia digital. Media sosial kini menjadi salah satu sumber utama masyarakat mendapatkan informasi politik.
Namun, derasnya informasi juga membawa risiko. Informasi yang belum terverifikasi bisa dengan cepat menyebar dan memengaruhi pilihan masyarakat.
Untung meminta para pelajar tidak mudah percaya terhadap informasi yang muncul di media sosial.
“Pemilih harus mampu mencari, membaca, memahami, serta mempertimbangkan informasi sebelum menentukan pilihan,” tegasnya.
Pelajar juga didorong membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Generasi muda disiapkan sejak sekarang Konsolidasi Demokrasi tersebut menjadi bagian dari edukasi Bawaslu Kabupaten Banyuwangi kepada generasi muda.
Pemilih pemula dinilai perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai demokrasi, pemilu, politik uang, serta literasi informasi.
Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pemilih ketika waktunya tiba. Mereka juga mampu menggunakan hak politik secara sadar, kritis, dan bertanggung jawab.
Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi. Namun, kualitas pemilihnya mulai dibentuk sejak sekarang.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi