Lompat ke isi utama

Berita

Orientasi PPPK Bawaslu Se-Jawa Timur: Perkuat Integritas, Profesionalitas, dan Loyalitas Kelembagaan

#

daring dengan Bawaslu Provinsi Jawa Timur 

Banyuwangi, 23 Juni 2026 – Sebanyak perwakilan dari 38 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur mengikuti kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai dasar kelembagaan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan demokrasi.

Kegiatan orientasi dibuka dengan sambutan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A. Warits, yang menekankan pentingnya membangun karakter aparatur yang berintegritas, profesional, dan memiliki loyalitas terhadap lembaga.

Dalam arahannya, Warits menyampaikan bahwa perjalanan pengabdian di lingkungan Bawaslu merupakan proses pembelajaran yang berharga. Menurutnya, setiap pegawai perlu mensyukuri setiap amanah yang diberikan serta menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita terus berupaya menjadi pribadi yang baik. Berpikir baik, berusaha menjadi baik, dan menjaga komitmen untuk melakukan hal-hal yang baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Warits juga memberikan penguatan terhadap lima nilai dasar yang harus dimiliki seluruh pegawai Bawaslu.

Pertama, integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Integritas dimaknai sebagai keselarasan antara keyakinan, pikiran, perkataan, dan tindakan sehingga mampu membangun kepercayaan serta menjaga kehormatan lembaga.

Kedua, profesionalitas, yang menuntut setiap pegawai untuk terus belajar, memahami tugas dan fungsi masing-masing, serta meningkatkan kompetensi guna menghasilkan kinerja yang optimal.

Ketiga, kolektivitas dan kerja sama. Semangat kolektif dan kolegial yang menjadi budaya kerja Bawaslu harus terus dipelihara, terutama dalam menghadapi beban kerja dan tahapan kepemiluan yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas bagian dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan tugas pencegahan, pengawasan, dan penanganan pelanggaran.

Keempat, loyalitas terhadap lembaga. Loyalitas yang dibangun harus berorientasi pada kepentingan organisasi, bukan kepada individu tertentu. Dengan demikian, seluruh sumber daya organisasi dapat bergerak dalam satu visi dan tujuan yang sama.

Kelima, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi. Di tengah pesatnya arus informasi, jajaran Bawaslu dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai instrumen pendukung pengawasan sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang.

Melalui kegiatan orientasi ini, diharapkan seluruh PPPK di lingkungan Bawaslu se-Jawa Timur semakin memahami peran strategisnya dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan. Dengan berbekal integritas, profesionalitas, semangat kolektivitas, loyalitas kepada lembaga, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, jajaran Bawaslu diharapkan mampu menghadirkan pengawasan yang efektif dan berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, transparan, dan berintegritas.

 

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi