Penguatan Kelembagaan Bawaslu, Jatim Fokuskan pada 8 Bidang Prioritas
|
Banyuwangi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi turut hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Kediri pada Minggu s.d Senin, 3 – 4 Agustus 2025. Acara ini diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Timur dengan fokus pada tema penguatan kelembagaan di seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits, menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan difokuskan pada delapan bidang strategis utama, yaitu:
Akuntabilitas keuangan
Pelayanan informasi dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
Hubungan kelembagaan
Pengolahan data
Literasi demokrasi
Manajemen kelembagaan
Tata kelola internal
Modernisasi birokrasi
Selain itu, Bawaslu Jatim juga mendorong Unit Kerja Mandiri (UKM) di daerah untuk bertransformasi menjadi Satuan Kerja (Satker) mandiri. Proses penguatan kelembagaan ini dilakukan melalui pendekatan berbasis wilayah (Koordinator Wilayah), dengan pelaksanaan pilot project di sejumlah kabupaten/kota terpilih.
Warits optimistis program ini akan menghasilkan dampak yang konkret dan terukur dalam waktu dekat.
“Output-nya jelas. Dalam dua bulan ke depan, hasilnya akan kami evaluasi dan presentasikan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ibu Sisin, salah satu anggota Bawaslu Jatim, menjelaskan pentingnya memahami seluruh tahapan pemilu: pra-pemilu, pelaksanaan pemilu, dan pasca pemilu.
“Kita telah selesai melaksanakan pemilu dan juga telah melakukan evaluasi. Nah, sekarang kita memasuki tahapan pasca pemilu. Hari ini kita duduk bersama untuk memperkuat kelembagaan dalam rangka menyiapkan diri sebaik-baiknya menjelang tahapan pra-pemilu berikutnya,” ungkapnya.
Ia berharap bahwa program penguatan kelembagaan ini, yang dirancang berlangsung selama dua bulan, mampu memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kinerja kelembagaan Bawaslu di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Bawaslu Jatim, Anwar Noris, juga mengajak seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota untuk berperan aktif, meskipun tidak semua menjadi bagian dari pilot project.
“Saya harap dukungan dari seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Meskipun tidak termasuk dalam pilot project, semua tetap harus aktif melakukan penguatan kelembagaan,” ujarnya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah tersebut juga berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai diskusi normatif, tetapi dapat melahirkan aksi nyata di lapangan dan berlanjut dalam program-program berikutnya.
Penuls : Humas Bawaslu Banyuwangi
Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi