Semangat Kartini, Bawaslu Perkuat Peran Humas Lawan Disinformasi Menuju Pemilu 2029
|
Banyuwangi, 21 April 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan Diskusi Humas Datin: Cangkrukan Demokrasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati. Dalam sambutannya, ia mengaitkan momentum Hari Kartini dengan tantangan demokrasi saat ini, khususnya dalam menghadapi disinformasi di era digital.
“Jika Kartini dahulu melawan kegelapan dengan tulisan, maka hari ini kita melawan disinformasi dengan data dan informasi yang benar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program Cangkrukan Demokrasi merupakan agenda rutin Bawaslu se-Jawa Timur sebagai ruang silaturahmi, evaluasi, dan berbagi gagasan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kehumasan dan pengelolaan data informasi (Datin).
Berdasarkan hasil pengawasan Pemilu 2024 di Jawa Timur, Dwi Endah mengungkapkan bahwa media sosial telah menjadi medan baru dalam pertarungan informasi. Penyebaran ujaran kebencian, akun anonim, hingga hoaks berlangsung dengan cepat, masif, dan tanpa mengenal waktu.
“Jika pada Pemilu 2019 kita dihadapkan pada politik uang secara langsung, maka pada 2024 muncul fenomena baru seperti ‘saweran’ di platform digital, serta penyebaran konten politik melalui FYP dan grup percakapan,” jelasnya.
Kondisi ini, lanjutnya, menjadi tantangan serius menuju Pemilu 2029. Oleh karena itu, peran Humas dan Datin menjadi semakin strategis dan tidak dapat dipisahkan.
Ia menegaskan tiga peran utama yang harus diperkuat. Pertama, Humas sebagai penjernih informasi dengan memastikan kanal resmi Bawaslu menjadi rujukan utama publik melalui penyajian informasi yang cepat, akurat, dan menenangkan. Kedua, Datin sebagai penyedia data yang mampu memetakan potensi kemunculan hoaks sehingga dapat dicegah sebelum menyebar luas. Ketiga, Humas dan Datin sebagai kolaborator yang membangun sinergi dengan media, komunitas, kreator konten, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, upaya melawan disinformasi tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan masyarakat yang aktif di media sosial, seperti komunitas dan kelompok ibu-ibu dalam berbagai platform percakapan.
Menutup sambutannya, Dwi Endah menekankan bahwa kesiapan menghadapi Pemilu 2029 ditentukan dari langkah yang dilakukan hari ini.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi