Suara Menentukan Masa Depan, Bawaslu Banyuwangi Bekali Pelajar Lawan Politik Uang
|
Banyuwangi – Bawaslu Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Konsolidasi Demokrasi yang digelar di SMK NU Darussalam Srono, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini, khususnya bagi calon pemilih pemula.
Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan (SDMO dan Diklat) Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Joyo Adi Kusumo, mengajak para siswa memahami bahwa setiap kebijakan yang dirasakan masyarakat merupakan hasil dari proses demokrasi melalui pemilihan umum.
Ia mengawali penyampaiannya dengan pertanyaan sederhana mengenai kebiasaan sarapan para siswa. Dari pertanyaan tersebut, Joyo menjelaskan bahwa berbagai fasilitas yang dinikmati masyarakat, seperti sekolah, jalan, layanan kesehatan, hingga bantuan pendidikan, merupakan hasil kebijakan pemerintah yang lahir dari pemimpin yang dipilih melalui pemilu.
"Ketika masyarakat datang ke TPS, sesungguhnya mereka tidak hanya memilih pemimpin, tetapi juga menentukan arah kebijakan yang akan memengaruhi kehidupan selama lima tahun ke depan. Karena itu, hak pilih adalah hak yang sangat berharga dan tidak boleh ditukar dengan uang atau hadiah sesaat," tegas Joyo.
Dalam materinya, Joyo juga memberikan gambaran sederhana mengenai dampak politik uang. Ia mengajak para siswa berpikir kritis bahwa imbalan sesaat tidak sebanding dengan dampak kebijakan yang akan dirasakan masyarakat selama masa jabatan seorang pemimpin.
Menurutnya, masyarakat harus memilih pemimpin berdasarkan integritas, kemampuan, serta program kerja yang ditawarkan, bukan karena iming-iming materi.
Selain itu, Joyo menjelaskan bahwa pemilu merupakan mekanisme demokrasi yang memungkinkan rakyat memilih sekaligus mengevaluasi pemimpinnya secara damai. Melalui pemilu, masyarakat memiliki kesempatan memberikan kepercayaan kembali kepada pemimpin yang dinilai berhasil atau memilih pemimpin baru apabila janji-janjinya tidak diwujudkan.
Ia juga memperkenalkan peran Bawaslu sebagai lembaga yang mengawasi seluruh tahapan pemilu agar berlangsung secara jujur, adil, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Kalau dalam pertandingan sepak bola ada wasit yang memastikan permainan berjalan sesuai aturan, maka dalam pemilu Bawaslu berperan sebagai pengawas agar seluruh proses berjalan jujur, adil, dan demokratis. Namun menjaga demokrasi bukan hanya tugas Bawaslu, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi berharap para pelajar sebagai generasi muda dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, serta memiliki keberanian menolak politik uang dan penyebaran informasi yang tidak benar.
Dengan semakin meningkatnya literasi demokrasi di kalangan pelajar, diharapkan lahir generasi yang mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta berkontribusi dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas dan demokrasi yang berkualitas di Indonesia.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi