Lompat ke isi utama

Berita

Suara Pelajar Hari Ini, Arah Demokrasi Esok Hari: Bawaslu Banyuwangi Konsolidasi Demokrasi di SMAN 1 Purwoharjo

#

Bawaslu Kabupaten Banyuwangi menggelar Konsolidasi Demokrasi di SMAN 1 Purwoharjo untuk membekali pelajar menjadi pemilih cerdas, kritis, dan berintegritas menghadapi Pemilu 2029. Melalui dialog interaktif tentang demokrasi, peran KPU–Bawaslu–DKPP, serta pentingnya menolak politik uang, para siswa didorong memahami bahwa setiap suara menentukan arah masa depan bangsa.

Banyuwangi - Bawaslu Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda. Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar di SMAN 1 Purwoharjo, Kamis (13/8/2026), Bawaslu mengajak para pelajar memahami makna demokrasi sekaligus menyiapkan diri menjadi pemilih cerdas pada Pemilu mendatang.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi serta diikuti antusias oleh para siswa SMAN 1 Purwoharjo. Suasana berlangsung interaktif sejak awal ketika Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Khomisa Kurnia Indra, membuka sesi dengan pertanyaan sederhana tentang asal-usul istilah demokrasi.

Khomisa menjelaskan bahwa demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yakni demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Dengan demikian, demokrasi bermakna kekuasaan berada di tangan rakyat.“Demos berarti rakyat, kratos berarti kekuasaan. Karena itu demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan,” jelas Khomisa di hadapan para siswa.

Penyampaian materi tidak dilakukan secara satu arah. Para siswa diajak berdialog, menjawab pertanyaan, serta mengaitkan konsep demokrasi dengan kehidupan sehari-hari sehingga pemahaman mereka menjadi lebih dekat dengan realitas yang dihadapi.

Dalam kesempatan tersebut, Khomisa menekankan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Menurutnya, setiap suara yang diberikan akan menentukan arah pemerintahan dan kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.

Ia juga memperkenalkan tiga lembaga penting dalam penyelenggaraan Pemilu, yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP. KPU bertugas menyelenggarakan Pemilu, Bawaslu melakukan pengawasan seluruh tahapan Pemilu agar berjalan sesuai peraturan perundang-undangan, sedangkan DKPP menjaga dan menegakkan kode etik penyelenggara Pemilu.“Tanpa pengawasan, proses pemilu berpotensi tidak berjalan sesuai aturan. Karena itu pengawasan menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan pemilu,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Banyuwangi berharap para pelajar tidak hanya memahami Pemilu sebagai proses pencoblosan, tetapi juga mengenal sistem penyelenggaraan, pengawasan, dan etika kepemiluan secara menyeluruh. Pendidikan demokrasi sejak dini dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Konsolidasi demokrasi di lingkungan sekolah menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Banyuwangi dalam memperluas partisipasi masyarakat dan menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada pemilih muda sebagai penentu masa depan demokrasi Indonesia.

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi