Bawaslu Banyuwangi Masuk Sekolah, Tanamkan Kesadaran Demokrasi kepada Pelajar
|
Banyuwangi - Demokrasi tidak hanya berbicara tentang datang ke tempat pemungutan suara dan memberikan pilihan. Lebih dari itu, demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk ikut menjaga prosesnya agar berjalan sesuai aturan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar Bawaslu Kabupaten Banyuwangi di SMK PGRI 1 Giri, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk mengenal demokrasi sekaligus memahami pentingnya peran generasi muda dalam pengawasan pemilu.
Para siswa SMK PGRI 1 Giri mengikuti kegiatan dengan mendapatkan materi dari anggota Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Untung Apriliyanto dan Luqman Wahyudi.
Konsolidasi Demokrasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan pemilu kepada pelajar sebagai pemilih pemula, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi masyarakat. Pelajar sebagai generasi muda memiliki posisi penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat sejak lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara. Masyarakat juga memiliki ruang untuk berpartisipasi dengan turut mengawasi proses demokrasi serta menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran.
Bagi generasi muda, pemahaman tersebut menjadi penting karena mereka merupakan bagian dari kelompok pemilih yang akan menentukan masa depan kehidupan demokrasi Indonesia.
Melalui kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah, Bawaslu Banyuwangi berupaya mendekatkan pendidikan demokrasi kepada pelajar dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Sekolah pun menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, seperti partisipasi, tanggung jawab, kepedulian, serta keberanian menyampaikan informasi secara benar.
Konsolidasi Demokrasi di SMK PGRI 1 Giri juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kualitas pemilu tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara maupun peserta pemilu. Keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda, turut menjadi bagian penting dalam menjaga proses demokrasi.
Dengan pemahaman yang dibangun sejak bangku sekolah, para pelajar diharapkan tidak sekadar mengenal pemilu sebagai momentum pencoblosan, tetapi memahami demokrasi sebagai proses yang membutuhkan partisipasi dan pengawasan bersama.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi