Dari Gontor untuk Demokrasi, Bawaslu Banyuwangi Ajak Santri Jadi Generasi Melek Demokrasi
|
Banyuwangi - Pendidikan demokrasi tidak cukup hanya berbicara tentang pemilu dan mencoblos di bilik suara. Lebih dari itu, demokrasi membutuhkan generasi muda yang memahami nilai, hak, kewajiban, serta mampu mengambil peran dalam menjaga kehidupan demokrasi.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi Bawaslu Kabupaten Banyuwangi yang digelar di Pondok Modern Darussalam Gontor, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Banyuwangi memperkuat pemahaman dan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda. Pelajar dan santri dinilai memiliki posisi penting karena mereka merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan arah kehidupan demokrasi pada masa mendatang.
Anggota Bawaslu Banyuwangi, Untung Apriliyanto, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak para santri untuk tidak memandang demokrasi sebatas proses pemilihan umum, tetapi sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang membutuhkan sikap kritis, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan.
Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai demokrasi perlu dibangun sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih ketika pemilu tiba, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Generasi muda harus memahami bahwa demokrasi bukan hanya soal datang ke TPS dan memberikan suara. Demokrasi juga berkaitan dengan bagaimana kita menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, serta ikut menjaga proses demokrasi,” ujar Untung.
Ia menambahkan, lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap kehidupan demokrasi. Karena itu, ruang-ruang edukasi demokrasi seperti Konsolidasi Demokrasi penting untuk terus diperluas.
Bagi Bawaslu, pendidikan demokrasi kepada pelajar dan santri juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kepemiluan sejak awal. Generasi muda perlu dibekali pemahaman agar nantinya mampu menggunakan hak pilih secara sadar dan bertanggung jawab serta memahami pentingnya pengawasan partisipatif.
Kegiatan di Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara Bawaslu dan generasi muda. Para santri tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Banyuwangi berharap pemahaman demokrasi dapat tumbuh lebih kuat di lingkungan generasi muda. Dari ruang pendidikan dan pesantren, kesadaran berdemokrasi diharapkan terus berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Sebab, kualitas demokrasi pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara pemilu, tetapi juga oleh generasi muda yang memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawabnya sebagai warga negara.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi