Generasi Muda Banyuwangi Diajak Jadi Penentu Masa Depan Demokrasi
|
Banyuwangi – Bawaslu Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi di sejumlah sekolah di Banyuwangi, Selasa (13/05/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Minhajut Thullab ini menjadi upaya membangun kesadaran politik sejak dini agar pelajar tumbuh sebagai pemilih pemula yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Banyuwangi, Untung Apriliyanto, mengajak para pelajar memahami bahwa demokrasi bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
Ia membuka diskusi dengan pertanyaan sederhana mengenai cita-cita para siswa untuk menjadi bupati, gubernur, bahkan presiden. Menurutnya, pertanyaan tersebut penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa.
“Pemimpin yang baik lahir dari pemilu yang baik, dan pemilu yang baik lahir dari pemilih yang cerdas. Karena itu, masa depan bangsa sebenarnya ada di tangan kita semua,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, Untung menegaskan bahwa generasi muda akan menjadi penentu utama arah demokrasi Indonesia pada Pemilu 2029 mendatang. Berdasarkan data partisipasi pemilih pada Pemilu 2024, kalangan usia muda dan produktif mendominasi jumlah pemilih dan diperkirakan akan terus meningkat pada pemilu berikutnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan media sosial secara bijak untuk mencari informasi mengenai rekam jejak dan kapasitas calon pemimpin, bukan sekadar mengikuti popularitas di dunia digital.
“Jangan memilih hanya karena viral atau terkenal di media sosial. Cari tahu prestasi dan rekam jejaknya. Masa depan kita jauh lebih berharga daripada uang sesaat ataupun popularitas,” tegasnya.
Selain itu, pelajar juga diajak memahami pentingnya pengawasan partisipatif serta mengenali berbagai bentuk pelanggaran pemilu. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Banyuwangi berharap para pemilih pemula mampu tumbuh menjadi generasi yang aktif mengawal demokrasi dan tidak bersikap apatis terhadap proses politik.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami bahwa keputusan politik hari ini akan menentukan kualitas kehidupan masyarakat di masa depan, termasuk dalam bidang pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan rakyat.
Melalui Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Banyuwangi berharap generasi muda Banyuwangi mampu menjadi pemilih cerdas yang melahirkan pemimpin amanah serta membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi