Lompat ke isi utama

Berita

Santri Bukan Sekadar Pemilih, Bawaslu Banyuwangi Ajak Generasi Muda Kawal Demokrasi

#

Bawaslu Kabupaten Banyuwangi mengajak para santri Pondok Pesantren Aswaja, Cluring, untuk menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi, Untung Apriliyanto mendorong generasi muda turut mengawal proses pemilu melalui pengawasan partisipatif demi mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas

Banyuwangi - Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi hadir di Pondok Pesantren Aswaja, Kecamatan Cluring, dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi pada Senin (19/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Banyuwangi, Untung Apriliyanto, mengajak para santri untuk memahami pentingnya peran pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi. Ia mendorong para santri agar tidak sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam demokrasi tidak berhenti di bilik suara. Keterlibatan masyarakat, termasuk kalangan santri, juga diperlukan untuk mengawal setiap tahapan pemilu melalui pengawasan partisipatif.

Para santri diharapkan mampu membangun kesadaran demokrasi, meningkatkan kepedulian terhadap proses kepemiluan, serta berperan aktif dalam mencegah potensi pelanggaran pemilu di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Banyuwangi berharap para santri Pondok Pesantren Aswaja semakin memahami bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pengetahuan yang memadai dan partisipasi yang aktif, generasi muda dapat turut mendorong terwujudnya demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Santri melek demokrasi, pemilih cerdas, dan pengawasan partisipatif menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia..

Penulis dan Editor : Humas Bawaslu Banyuwangi